Friday, December 30, 2011

Contohlah Delisa


Assalamualaikum wr.wb
Bagaimana kabar sobat hari ini, semoga selalu dalam naungan Allah SWT. Amin.

Saya ingin sedikit cerita pada sobat mengenai Film diatas yaitu film "HAFALAN SHOLAT DELISA". Itu adalah film yang pertama kali saya tonton di Bioskop, tepatnya di XXI Artha Gading. Mungkin sobat akan berfikir "wah kuper banget nih anak baru pertama kali ke bioskop", yeaah untuk pertama kali saya kebioskop kemarin 29 DES 2011, bersama seorang Guru dan 5 orang teman. Walaupun untuk pertama kali saya menikmatinya, (hehe mumpung gratis).


Kembali lagi ke film,

Film ini diambil dari sebuah novel yang berjudul sama yaitu "HAFALAN SHOLAT DELISA" karya Tere Liye. Film ini adalah sebuah kisah nyata seorang anak yang bernama Delisa, ia tinggal bersama ibu (yang biasa ia panggil umi) dan tiga orang saudarinya di Lhok Nga - Aceh. Sementara ayahnya (biasa ia panggil abi) bertugas di sebuah kapal tanker perusahaan minyak Internasional.

Sebuah kisah yang berawal dari manisnya keharmonisan keluarga, penuh cinta dan kasih didalamnya. Delisa (6 tahun) seorang gadis kecil polos dengan rambut curly, mata kehijauan, cerewet, suka bertanya, suka ngeles,suka warna biru, ceria, cerdas, dan yang suka manyun bin ngambek bila main sepak bola ditempatkan diposisi kipper karena dia ingin posisi striker. Gadis yang begitu cintanya kepada ibunya.

"Delisa cinta umi karena Allah" Subhanallah..
 
Kisah tentang sesuatu yang sebenarnya sangat sederhana namun memiliki banyak makna, episode Delisa dalam menundukkan hafalan shalatnya untuk mendapatkan hadiah kalung emas dengan liontin huruf D untuk Delisa dari ummi (ibunya), liontin yang sempat menyulut cemburu kakaknya Aisyah. Kalung yang sempat hilang dari memorinya, kalung yang akhirnya mempertemukannya kembali dengan umminya meskipun dalam kondisi yang sangat mengejutkan.
 
 26 Desember 2004, Delisa bersama Ummi sedang bersiap menuju ujian praktek shalat ketika tiba-tiba terjadi gempa yang cukup membuat ibu dan kakak-kakak Delisa ketakutan. Namun mereka mencoba tenang, gempa pun berhenti, Delisa dan ummi pun berangkat untuk praktek sholat.
 
setelah menunggu beberapa saat kini giliran Delisa untu praktek, Allahu Akbar persis ketika Delisa usai ber-takbiratul ihram, 130 km dari Lhok Nga lantai laut retak seketika, bumi menggeliat, mengirimkan pertanda kelam menakutkan. Ka-bi-ra- wal-ham-du-lil-la-hi- ka-tsi-ro Tanah bergetar dahsyat, menjalar merambat menggentarkan seluruh dunia radius ribuan kilometer, air laut seketika tersedot ke dalam rekahan tanah maha luas.Pikiran delisa hanya satu "Sholat", Delisa tak memperdulikan keadaan disekitarnya, saat itu Ombak besar pun menghantam tubuh kecil Delisa, menyapu seluruh daratan. Lhok Nga tersapu tsunami. ALLAHU AKBAR !!

 "Abi, Delisa cinta abi karena Allah" Subhanallah..

Delisa selamat, namun kaki Delisa harus diamputasi karena luka yang begitu parah. Gadis yang masih kecil, harus menerima cobaan yang begitu besar, ia harus kehilangan ummi dan ketiga kakaknya. Namun apa yang terjadi, ia tidak merasa sedih karena ia ikhlas akan cobaan itu, ia tetap semangat bermain bola walau hanya dengan kaki yang... Subhanallah..
Bisakah sobat bayangkan.. bagaimana jika hal itu menimpa kepada diri kita ??
 
"Delisa tidak mau hadiah, Delisa hanya ingin dapat sholat dengan baik agar Delisa dapat mendoakan Ummi, Ka Fatimah, ka Aisyah...." (akan selalu ku ingat, kata yang penuh makna)

Banyak makna dalam film ini, betapa pentingnya sholat, betapa pentingnya kita ikhlas dan betapa pentingnya seorang ibu dalam hidup kita.. sobat, jadilah seperti Delisa gadis pintar penuh semangat. Banyak hal yang terkandung dalam film ini, jika sobat menghayatinya sobat akan merasa begitu pentingnya sholat dan ibu dalam hidup kita (di jamin meneteskan air mata, jika sobat menghayatinya). Dan ingat, Allah selalu ada untuk kita, jangan bersedih walau cobaan yang begitu besar telah menghadang di depan kita.

Jika sobat penasaran dengan filmnya, sobat nonton saja di bioskop terdekat (promo dikit .. hehe).
Terimakasih sobat sudah berkunjung, semoga dari yang saya ceritakan dapat bermanfaat dan sebagai tolak ukur untuk sobat sekalian. Kurang dan lebihnya saya minta maaf, lebihnya dari Allah SWT dan kurangnya pada diri saya.

wassalamualaikum wr.wb


No comments:

Post a Comment